Fundamental XAU 26-09-2019 : Emas Mendekati Harga Atas

Harga emas jatuh karena harapan untuk terobosan dalam perang perdagangan AS-Cina mendorong selera risiko dan mengirim Dolar AS lebih tinggi di samping imbal hasil obligasi Treasury. Itu melemahkan daya tarik logam kuning anti-fiat yang tidak mengandung bunga. Optimisme dikaitkan dengan komentar dukungan dari Presiden AS Donald Trump.

You need to login to view the rest of the content. Please . Not a Member? Join Us

Fundamental OIL 26-09-2019 : Minyak Mentah Melanjutkan Penurunan

Produk minyak bumi merupakan mata rantai utama dalam rantai pasokan energi global yang sangat diandalkan banyak negara sebagai input utama dalam model pertumbuhan mereka. Proses yang sangat tersegmentasi antara ekstraksi dan distribusi membuat harga minyak mentah terkena kesalahan pasokan gangguan, terutama yang terkait dengan faktor yang paling tidak terduga: kondisi cuaca.

You need to login to view the rest of the content. Please . Not a Member? Join Us

Fundamental GBP 20-09-2019 : Inggris Mendapat Peringatan Resesi Dari OECD Jika Brexit No-Deal

Fundamental GBPUSD – OECD memperingatkan bahwa Brexit yang non-kesepakatan akan mendorong Inggris ke resesi, menurunkan investasi, ekspor jatuh dan mengakibatkan rusaknya perekonomian dalam jangka panjang

You need to login to view the rest of the content. Please . Not a Member? Join Us

Fundamental CAD 19-09-2019 : Digoyang Gejolak Timur Tengah Dan Proyeksi Fed Rate, USDCAD Goyah?

Fundamental CAD – Dolar Kanada diperdagangkan terbatas dalam range yang cukup lebar versus Dolar AS. Bagaimana proyeksi USDCAD selanjutnya?

You need to login to view the rest of the content. Please . Not a Member? Join Us

Fundamental NZD 5-08-2019 : Dolar Selandia Baru VS Dolar AS

NZD USD adalah mata uang komoditas utama Asia dan merupakan bagian dari sepuluh aset global. Ini menjadi populer hanya beberapa tahun yang lalu dan membuat hingga 10% dari omset pasar saat ini.

You need to login to view the rest of the content. Please . Not a Member? Join Us

Analisa Fundamental GBPUSD

Jakarta, CNBC IndonesiaKeputusan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk membekukan parlemen, guna menggolkan keinginannya akan keluarnya Inggris tanpa kesepakatan dengan Uni Eropa (no-deal Brexit), berbuntut panjang. Setelah demonstrasi menyebar di seluruh Inggris akhir pekan lalu, kini pimpinan partai oposisi, Partai Buruh, mengatakan akan melakukan apapun guna melawan Jonshon agar no-deal Brexit tidak terjadi.

“Rencananya kabinet bayangan akan mengadakan pertemuan untuk menghentikan ‘bencana’ no-deal Brexit, sebelum kembali dibukanya parlemen,” kata pemimpin Partai Buruh, Jeremy Corbyn sebagaimana dilansir Reuters Senin (2/9/2019).

“Kami bekerja dengan pihak lain untuk melakukan segala yang diperlukan untuk menarik negara kami dari jurang,”.

Ia menilai no-deal Brexit akan membawa pengaruh buruk pada Inggris. Menurutnya pembekuan parlemen hanya memberi ketidakpastian pada kondisi Inggris.

Berdasarkan dokumen pemerintah yang bocor dengan nama sandi “operasi yellohammer” Inggris akan menghadapi sejumlah kelangkaan bila no-deal Brexit terjadi. Mulai dari makanan, obat-obatan hingga bahan bakar.

Pendistribusian barang di sejumlah wilayah perbatasan akan terganggu. Bukan hanya yang berada di Irlandia tapi juga perbatasan Prancis.

Brexit juga membuat setidaknya hampir 100 perusahaan memindahkan kantornya dari Inggris ke negara Eropa lain seperti Belanda. Berdasarkan data Lembaga Investasi Asing Belanda (NFIA) terdapat 325 perusahaan lain yang kini tengah berfikir untuk pindah dari dari Inggris ke negara tersebut.

Inggris akan resmi meninggalkan Uni Eropa 31 Oktober mendatang. Sebelumnya, parlemen tengah berupaya menentang no-deal Brexit dengan pembuatan rancangan undang-undang baru.

Johnson berdalih jika itu dilakukan, justru kesepakatan baru dengan Eropa akan sulit dilakukan. Pembekuan parlemen membuat pembukaan operasional parlemen mundur menjadi 14 Oktober atau dua minggu sebelum jadwal Inggris resmi keluar dari Brexit.

Sementara itu, pada KTT G7 Agustus lalu, Presiden AS Donald Trump mengaku Amerika akan segera membuat kesepakatan dagang baru dengan Inggris. Bahkan Trump menilai Johnson adalah orang yang tepat untuk membawa Inggris keluar dari Uni Eropa.