Fakta Unik Trading Forex Yang Wajib Anda Ketahui

Banyaknya iming-iming profit gede dari trading forex kerap membuat calon trader buta arah. Untuk itu, penting untuk mengetahui beragam fakta trading forex sebelum terjun ke pasar ini.

Meski trading forex menjanjikan keuntungan fantastis, akan tetapi tak sedikit pula trader yang justru mengalami kegagalan saat memutuskan terjun di dalamnya.

Iming-iming profit gede kerap menjerumuskan para trader pemula untuk segera merisikokan sejumlah uang di sana. Padahal, mereka belum memahami betul bagaimana cara kerja forex sesungguhnya dan apa saja fakta trading forex yang tersembunyi di sana.

Untuk itu, sebelum memutuskan bertrading forex, ada baiknya Anda memahami terlebih dahulu beberapa fakta trading forex berikut ini. Tujuannya tak lain adalah agar Anda tak “kaget” dengan kondisi market, sehingga bisa menentukan rencana-rencana trading seperti apa yang akan dilakukan.

Mengutip dari situs DigitalCashPalace, ada 5 fakta trading forex yang perlu Anda ketahui. Apa saja?  

1. Trading Forex Telah Dilakukan Sejak Jaman Dulu Fakta trading forex yang pertama ini cukup menarik lho, trader!  Percaya atau tidak, forex telah dilakukan sejak tahun 1800-an, tetapi dengan model yang lebih tradisional kala itu.

Pada awalnya, para pelaku trading hanya mengandalkan barang-barang yang mereka punya untuk ditukarkan dengan barang lain yang senilai (barter).

Akan tetapi, gaya barter ini tak bertahan lama, karena trader mulai menyadari perbedaan kebutuhan antara barang yang hendak ditukarkan dengan barang yang dibutuhkan.

Guna mengatasi kekurangan barter, maka diciptakanlah alat pembayaran atau alat tukar dalam berbagai bentuk. Di periode ini, manusia menggunakan kerang, manik-manik, batuan langka, dan logam mulia sebagai medium.

Beberapa negara lantas bersepakat untuk menggunakan logam mulia seperti emas atau perak sebagai alat tukar utama. Era inilah yang mendasari terjadinya standarisasi emas sebagai mata uang dalam trading forex.

Sayangnya, berbagai kendala juga ditemukan dari penggunaan emas sebagai mata uang, sehingga tercetuslah mata uang kertas. Awal mula kemunculan uang kertas inilah yang menjadi cikal bakal trading forex modern masa kini.

Selain dari sisi alat tukar, bukti trading forex telah ada sejak jaman dulu adalah penggunaan candlestick sebagai teknik analisa. Pertama kali diciptakan oleh Munehisa Homma pada abad ke-18, grafik candlestick yang telah berusia 2.5 abad kini banyak difavoritkan oleh trader dari seluruh dunia.  

2. Dolar AS Menjadi Mata Uang Utama Dalam Pasar Forex Meski dalam pasar forex ada berbagai pair mata uang, tetapi pair utama yang paling likuid adalah pair mayor; sebutan untuk mata uang-mata uang yang diperdagangkan berpasangan dengan Dolar AS.

Dolar AS, atau yang biasa disebut Greenback, kerap dipasangkan dengan mata uang negara lain, misalnya EUR/USD, GBP/USD, atau USD/JPY. Selain itu, Dolar AS juga banyak digunakan untuk trading komoditas, misalnya emas (XAU/USD), atau perak (XAG/USD).

Jika ditelisik apa saja penyebab Dolar menjadi mata uang utama di dunia, maka salah satu alasannya adalah karena stabilitas dan kredibilitasnya. Meski telah mengalami resesi, stagflasi, perang, dan beragam gejolak lainnya, Dolar AS tetap menjadi pilihan utama. Pun, pair mayor banyak dipilih trader karena likuiditas dan volume perdagangannya yang tinggi.

3. Aktivitas Trading Kerap Dilakukan Secara Online Sejak teknologi mulai berkembang pesat di awal abad 20-an, trading forex tak lagi harus melalui kontak telepon, tetapi cukup melalui internet. Tak hanya itu, berbagai platform trading juga mulai bermunculan, sehingga siapa saja bisa melihat harga dan memperjualbelikan mata uang secara real-time.

Kemudahan trading secara online inilah yang lantas mendorong volume perdagangan di pasar forex, sehingga menjadi pasar finansial terbesar di dunia dengan likuiditas harian mencapai USD 5.3 triliun.

Kini, trading forex bahkan bisa dilakukan melalui berbagai perangkat, mulai dari laptop, tablet, Android, maupun iPhone. Selama ada koneksi listrik dan internet, Anda bisa “terjun” ke pasar forex dan mendapatkan keuntungan darinya, asalkan tahu bagaimana cara bertrading forex yang benar.  

4. Bank Multinasional Menjadi Pelaku Terbesar Dalam Pasar Forex Sebelum memutuskan untuk terjun dalam forex, maka fakta trading forex keempat ini tak boleh dilewatkan: ketahui di mana posisi Anda dalam bagan pelaku pasar forex.

Secara umum, pelaku pasar forex berasal dari berbagai golongan, termasuk pemerintah, bank dan institusi keuangan, perusahaan multinasional, spekulan, broker, dan trader forex ritel seperti kita. Di antara beberapa golongan tersebut, bank-bank multinasional serta institusi keuangan adalah pelaku paling aktif di pasar forex.

Di dalamnya ada bank sentral yang jadi perwakilan pemerintah, bank-bank swasta super besar, dan bank komersial biasa. Namun, yang menjadi pelaku pasar forex paling berpengaruh biasanya adalah bank-bank multinasional, seperti Citi, JP Morgan Chase, UBS, Deutsche Bank, Goldman Sachs, Barclays, HSBC, atau Morgan Stanley.

Mereka berurusan dengan lembaga keuangan ataupun bank lain untuk bertransaksi jual beli mata uang. Tingginya volume perdagangan yang dilakukan oleh bank-bank multinasional tersebut lantas menjadi penentu nilai tukar mata uang. Hasil akhirnya, menjadi seperti yang umum terlihat di software trading saat ini.  

5. Setengah Dari Aktivitas Trading Dunia Terjadi Di Inggris Dan AS Fakta trading forex terakhir yang perlu Anda ketahui berhubungan dengan negara dengan aktivitas trading terbesar di dunia.

Tahukah Anda? Setengah dari total perdagangan terjadi hanya di dua negara, yakni di Inggris dan Amerika Serikat. Inggris menjadi poros utama dalam trading forex global, dengan persentase transaksi sebanyak 34% dari perdagangan seluruh dunia.

Sementara itu, AS menyumbang sekitar 16%. Mengutip data dari Brokernotes[dot]co, salah satu alasan mengapa trading forex banyak dilakukan di dua negara tersebut adalah karena Inggris dan AS memiliki badan regulator yang populer dan kredibel di dunia. Sebut saja FCA (Financial Conduct Authority) di Inggris, atau CFTC (Commodity Futures Trading Commission) di Amerika Serikat. Dengan adanya dua badan regulator tersebut, maka dana trading yang didepositkan ke broker forex terjamin keamanannya.