2. Support dan Resistance

Rangkuman tentang Candlestick
Jika harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan, maka candlestick ditampilkan secara transparan/warna putih (warna candle Bullish bisa disesuaikan selera).


Jika harga penutupan lebih rendah dari harga pembukaan, maka candlestick ditampilkan dengan warna hitam (warna candle Bearish bisa disesuaikan selera). Bagian yang berwarna, entah itu putih/hitam disebut sebagai body candle/ batang candle.


Garis vertical yang keluar dari body candle disebut sebagai shadow (bayangan) dan menampilkan jarak harga tertinggi dan harga terendah dengan body candlestick.
Harga tertinggi ditandai dengan ujung atas dari shadow, dan harga terendah ditandai dengan ujung bawah dari shadow.

Resistance adalah zona atau level dimana terdapat kecenderungan harga kembali turun, karena kecenderungan dari para penjual yang lebih banyak daripada pembeli, Supply lebih banyak dari Demand. Resistance juga level dimana level tersebut bisa dipastikan menghambat harga akan naik lebih tinggi lagi karena harga sudah mencapai jenuh beli.

Garis Resistance dibentuk dengan cara menarik Horizontal dari titik tertinggi pada puncak yang sudah terjadi.

Definisi Support adalah zona atau level dimana terdapat kecenderungan harga kembali naik, karena kecenderungan dari para pembeli yang lebih banyak daripada penjual. Demand lebih banyak dari Supply. Support juga bisa disebut level dimana level tersebut bisa menghambat harga akan turun lebih rendah karena harga sudah jenuh jual.

Garis Support dibentuk dengan cara menarik Horizontal dari titik terendah yang sudah terjadi.

Support dan Resistance sangatlah penting terutama untuk menentukan titik take profit dan stop loss. Support dan Resistance bisa dibilang sebagai level-level yang kritis yang merupakan level prikologis para pelaku pasar dalam mengambil keputusan untuk membeli ataupun menjual mata uang.

bisa menyebabkan harga pasti akan naik jika sudah menyentuh Support, atau harga pasti akan turun jika menyentuh Resistance. Namun, Garis Support dan Resistance itu adalah zona dimana cerminan psikologis para pelaku itu sendiri.

Terdapat pola Zig-zag yang mengarah ke atas (Bullish) pada Uptrend seperti ilustrasi diatas. Ketika pergerakan harga bergerak keatas dan kemudian turun lagi, harga tertinggi yang dicapai disebut resistance.

Harga terendah sebelum pergerakan harga naik ke atas disebut Support. Pada pasangan kedua moment tersebut, nilai level Resistance selalu lebih tinggi daripada level nilai Support.

Level-level Baru Support dan Resistance.

Jika level support/Resistance berhasil tertembus, maka level tersebut akan menjadi level kebalikan dari sebelumnya. Maksudnya jika suatu garis support tertembus oleh harga, maka garis tersebut akan berubah menjadi garis resistance. Semakin kuat Support itu, akan semakin kuat resistance jika harga berhasil menembusnya. Begitu juga dengan sebaliknya.

Yang perlu kita tekankan adalah, Kapan sebuah garis Support/Resistance tersebut bisa dinyatakan tertembus atau valid ?
Jika level Support atau Resistance itu valid tertembus adalah dengan cara mengetahui bila harga penutupan 1 candle terakhir berada dibawah/diatas level Support/Resistance.

Level Support valid tertembus jika harga penutupan terakhir/penutupan saat ini berada di bawah level support. Sedangkan Level Resistance valid jika harga penutupan terakhir/penutupan saat ini berada di atas leveResistance.

Istilah Pulback
Bila harga kembali menguji suatu level support maupun resistance yang sudah dilewati, maka hal itu disebut dengan istilah Pulback. Terlihat pada gambar 1. dibawah ini, pullback yang terjadi berhasil menguji level support dan meneruskan uptrendnya. Sedangkan gambar 2. Pullback berhasil menguji level resistance dan meneruskan pola downtrendnya.