Setelah Cina Berkomitmen Membeli Produk Energi AS Senilai $50M Membuat Harga Minyak Naik

Harga minyak bergerak menguat pada hari Kamis (16/01) didorong oleh penandatanganan kesepakatan perdagangan awal antara Washington dan Beijing yang telah lama dinanti dan juga dapat menentukan potensi peningkatan besar pasokan energi dari Amerika Serikat ke Cina.

Minyak Brant Berjangka bertambah 33 sen, atau naik sebesar 0,5% di $64,33 per barel pada pukul 01.18 GMT menurut laporan yang dilansir Reuters Kamis (16/01) pagi, sementara minyak mentah WTI Berjangka AS meningkat 28 sen, atau 0,5%, di $58,09 per barel.

Cina berkomitmen membeli $50 miliar lebih minyak AS, gas alam cair dan produk energi lainnya selama dua tahun ke depan pada kesepakatan tahap satu,

Namun, sumber dan analis perdagangan mengatakan Cina akan kesulitan untuk memenuhi sasaran dan keuntungan minyak kemungkinan akan terbatas menjelang rincian lebih lanjut tentang bagaimana komitmen tersebut akan dicapai.

“Karena kesepakatan ini hanya gencatan senjata, tanpa memotong tarif impor mendasar, dampaknya bakal terbatas,” beber ANZ dalam catatan.

“Dan juga perundingan Tahap Dua akan menjelaskan kemajuan Tahap Satu, sehingga ketidakpastian tetap akan hadir. Kami pikir ketegangan akan meningkat kembali pada tahun ini,” tutup bank Australia tersebut.